Wednesday, April 15, 2009

Wi-Fi

Wifi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks atau WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya. Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal(LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat).Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLANs (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLANs dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan. Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Elec-tronis Engineers (IEEE) berda-sarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN). Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.



Thursday, April 9, 2009

Apakah "Malicious Code" itu?

Malicious code atau Malware adalah program komputer yang dibuat khusus untuk merusak atau menyusup sistem komputer tanpa ijin dari pemilik sistem. 

Malicious code, pada dasarnya dibagi menjadi 6 kategori berikut : 
1. Virus 
Virus adalah program komputer yang menduplikasikan dirinya sendiri dan menginfeksi komputer tanpa sepengatuhuan atau ijin dari pemilik sistem. Dalam penyebarannya, virus membutuhkan trigger dari pengguna dan host-file.

2. Worm
Worm adalah program komputer yang dapat menyebarkan dirinya sendiri, tidak tergantung pada host-file, dan biasanya menyerang pada jaringan (membuat sistem kerja jaringan menjadi berat) dan menyerang pada sistem sekuriti windows.

3. Trojan Horse
Trojan adalah program yang dapat menyebarkan dirinya sendiri, merupakan program independen (tidak membutuhkan host-file, dan berfungsi pada umumnya untuk mencuri data dari komputer victim ataupun mengendalikan komputer victim)

4. Spyware (adware)
Spyware adalah program file yang dapat menyebarkan dirinya sendiri, tidak membutuhkan host-file, berfungsi untuk mencuri informasi dari pengguna dan melakukan partial kontrol pada pc pengguna.

5. Hoax
Hoax adalah program komputer yang secara otomatis mengirimkan email/pesan pada victim tentang suatu berita/rumor.

6. Joke
Joke adalah program komputer yang tidak berbahaya tetapi dapat menyebabkan pengguna merasa tidak nyaman ataupun terancam.



Tuesday, April 7, 2009

Bahaya Teh Celup

Apakah anda suka minum teh? Pernah mencicipi teh celup yang praktis dan nikmat?
Banyak manfaat dari teh, misalnya teh merah untuk relaksasi, teh hitam untuk pencernaan, teh hijau untuk melangsingkan tubuh.
Tetapi untuk teh celup perlu anda waspadai akan bahayanya. Hal ini disebabkan dari kemasan teh yang biasa kita celup dalam air panas.
Kemasan yang terbuat dari kertas inilah yang membahayakan bila tidak diolah dengan proses neutralisasi dari chlorine.
Apakah chlorine itu? Chlorine adalah senyawa kimia yang sangat berbahaya bagi lingkungan dan biasanya dipakai untuk memutihkan pulp yang berwarna coklat kehitaman agar menjadi berwarna putih, selain itu berfungsi sebagai disinfektan pada kertas agar kertas terbebas dari bakteri pembusuk sehingga kertas menjadi lebih tahan lama. Cara mengetahui kadar clorine pada kertas atau kain adalah dengan menyinari bahan tersebut dengan sinar ultraviolet.
Apabila kertas itu mengeluarkan cahaya saat terkena sinar ultraviolet dalam ruang yang gelap, berarti dapat dipastikan bahwa ada kandungan chlorine yang tinggi. Di negara yang maju ada cara tertentu untuk menghilangkan kadar chlorine dalam kertas dengan cara menetralisasi. Setelah melewati tahap netralisasi dari senyawa chlorine maka akan mendapatkan label kesehatan. Hal ini belum di terapkan di Indonesia.
Nah, bagaimana menghindari bahaya tersebut? Pertama jangan mencelup teh celup lebih dari 5 menit agar kandungan chlorine tidak ikut larut dalam air. Kedua, yang lebih aman memang kembali ke cara lama yang sedikit repot yaitu menyeduh daun teh dengan air panas dan menyaringnya saja.
Selanjutnya pilihan ada ditangan anda…………………